Makna Infak sebagai Nafkah dalam Rumah Tangga Pasca Perceraian Perspektif Wahbah Az-Zuhaili
DOI:
https://doi.org/10.47134/jsiat.v1i4.210Keywords:
Infaq, Nafkah, Pasca PerceraianAbstract
Permasalahan nafkah pasca pernikahan seringkali menjadi konflik bagi masyarakat muslim modern, terutama dalam menentukan batas kewajiban suami terhadap mantan istri dan anak-anaknya. Pada konteks ini, infaq yang disebutkan dalam Al-Qur’an tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga menjadi instrument keadilan sosial. Wahbah Az-Zuhaili memaknai infak sebagai kewajiban materiil yang juga memiliki dimensi spiritual, sosial, dan hukum, khususnya dalam konteks keluarga dan pasca perceraian. Infak dipahami sebagai tanggung jawab suami untuk menafkahi istri dan anak, berdasarkan prinsip keadilan, kemampuan ekonomi, dan maslahat keluarga. Nafkah utama suami mencakup kebutuhan pokok seperti makan, pakaian, dan tempat tinggal, sesuai ajaran Al-Qur’anQS. An-Nisa [4]:34 dan QS. At-Talaq [65]:6–7). Dalam Islam, nafkah mencerminkan prinsip keadilan dengan menyesuaikan kemampuan suami dan kebutuhan istri, untuk menjaga keseimbangan hak dan kewajiban serta mencegah ketimpangan gender, sehingga berperan penting dalam menegakkan keadilan hukum keluarga. Menurut Pasal 41 ayat (3) UU Perkawinan dan Pasal 81 Kompilasi Hukum Islam, pengadilan dapat mewajibkan mantan suami memberi biaya hidup dan menyediakan tempat tinggal selama masa iddah, tanpa memandang nusyuz atau tidak. Dengan demikian, pemahaman terhadap konsep infaq dapat menjadi solusi dalam penyelesaian sengketa nafkah yang terjadi di masyarakat
References
Abdussamad, Zuchri. (2021). Metode Penelitian Kualitatif. Makasar: CV. Syakir Media Press.
Anas, Ahmad. (2020). Infaq Sebagai Teori Konsumsi Dalam Ekonomi Islam. Tesis. Surabaya: UIN Sunan Ampel Surabaya.
Az-Zuhaili, Wahbah. (2011). Terjemahan Fiqih islam wa adillatuhu Jilid 1 (Penerjemah: Abdul Hayyie al-Kattani). Jakarta: Gema Insani.
Az-Zuhaili, Wahbah. (2016). Tafsir Al-Munir: Aqidah, Syariah, Manhaj, Jilid 3. Jakarta: Gema Insani.
Az-Zuhaili, Wahbah. (2016). Tafsir Al-Munir: Aqidah, Syariah, Manhaj, Jilid 14. Jakarta: Gema Insani.
Bahari, Syamsyul. (2015). Konsep Nafkah Dalam Hukum Islam. KANUN: Jurnal Ilmu Hukum, 66(17).
Enghariano, Desri Ari. (2020). Konsep Infaq Dalam Al-Qur’an. Jurnal Al-Maqasid: Jurnal Ilmu-ilmu Kesyariahan dan Keperdataan, 6(1).
Fitriani, Inggit. (2017). Nafkah Anak Pasca Perceraian Menurut Ulama Mazhab. Tesis. Metro: Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro.
Haikal, Fikri dkk. (2024). Pengelolaan Infaq, Zakat dan Sedekah. Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Jurusan Hukum Ekonomi Syariah, 5(2).
Hajrasmawati. (2018). Nafkah Perempuan Yang Ditalak Yang Sedang Menyusui (Suatu Analisis Tafsir Tahlili QS. Al-Talaq/65: 7). Skripsi. Makassar: Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin.
Hariyono, Andy. (2018). Analisis Metode Tafsir Wahbah Zuhaili Dalam Kitab Al-Munir. Jurnal Al-Dirayah, 1(1), 19–25.
Hasani & Ahmad. (2022). Infaq dan Tanggung Jawab Finansial dalam Rumah Tangga Perspektif Fiqh dan Undang-Undang. Al-Izzah: Jurnal Hukum dan Syariah, 14(1).
Hasturi, Qurratul’aini Wara. (2016). Infaq Tidak Dapat Dikategorikan Sebagai Pungutan Liar. ZISWAF: Jurnal Zakat dan Wakaf, 3(1).
Hidayat, Wildan. (2023). Modernitas Penafsiran Al-Qur’an (Metodologi Tafsir Al-Munir Karya Wahbah Al-Zuhaili). Cross-border, 6(1), 283–304.
Husaini, Fakhri Husaini. (2024). Nafkah Istri dan Anak Menurut Wahbah Az-Zuhaili Dan Kompilasi Hukum Islam. Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, 9(4).
Ihwanudin, Nandang. (2016). Pemenuhan Kewajiban Pasca Perceraian Di Pengadilan Agama. ’Aoliya, 10(1).
Masyhuri & Khunaini, Fadhilah. (2024). Relevansi Hukum Islam dalam Dinamika Kontemporer: Analisis Kontekstual terhadap Prinsip Maqasid al-Shariah. Jurnal Pemikiran dan Ilmu Keislaman, 7(1).
Mushtofa, Abd. Halim & Wicaksono, Ammar Kukuh. (2021). Efektifitas Regulasi dan Pengelolaan Infaq, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan (Studi Kasus di Gerakan Koin NU-Care Kota Kediri). Jurnal At-Tamwil: Kajian Ekonomi Syari’ah, 2(1).
Muttamaqqin, Imamul. (2023). Nafkah Anak Pasca Perceraian Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus Di Desa Singosaren Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo). Skripsi. Ponorogo: IAIN Ponorogo.
Nurhadi & Azizi, Alfian Qodri. (2019). Filosofis Kewajiban Nafkah Anak dalam UUP Islam Indonesia. JAS: Jurnal Al-Syariah, 1(2).
Risma dkk. (2025). Konsep Zakat, Infaq, Shadaqah Dan Wakaf Perspektif Al-Qur’an. Jurnal Ekonomi Manajemen (JEKMa), 29(1).
Rofiq, Nur dkk. (2024). Peran Infaq Dalam Peningkatan Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat Indonesia. Perspektif Agama dan Identitas, 9(5).
Sa’ban, Irwan. (2023). Penafsiran Ayat-Ayat Nafaqoh Dalam Rumah Tangga (Studi Komparatif Pada Kitab Tafsir Al-Qurthubi Karya Imam Al-Qurthubi Dan Tafsir Al-Munir Karya Wahbah Zuhaili). Skripsi. Mataram: Universitas Islam Negeri Mataram.
Shaleh, Qamaruddin dkk. (1997). Asbabun Nuzul Latar Belakang Historis Turunnya Ayat-Ayat Al-Qur’an. Bandung: Penerbit CV. Diponegoro.
Suherman dan Basri, Muhammad. (2024). Eksplorasi Dampak Program Infaq dan Shodaqah Terhadap Pengembangan Karakter Peduli Sosial Di Sekolah Dasar Islam Di Medan. Al-Muaddib: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan, 6(3).
Yana, Lutfi, & Trigiyatno, Ali. (2022). Pemenuhan Hak Nafkah Anak Pasca Perceraian. Al-Hukkam: Journal of Islamic Family Law, 2(2).
Yani, Nurlinda. (2024). Hak dan Nafkah Istri dalam Hukum Islam: Analisis Konsep Kesetaraan Gender. Posita: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 2(2).
Yunus, Moch. (2018). Kajian Tafsir Munir Karya Wahbah Az-Zuhayli. Humanistika, 4(2).
Zein, Achyar. (2008). Wawasan Al-Qur’an Tentang Infaq. MIQOT: Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara, 21(1).
Zulkarnain. (2021). Konsep Keadilan Dalam Teologi Islam. AL-HIKMAH: Jurnal Theosofi dan Peradaban Islam, 3(7).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Syafira Rahmadhana, E. Hamim Kafin Ahmad, Islamiyah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


