Dinamika Etnografi Komunikasi Simulasi Rumah Tangga di Kalangan Mahasiswa Yogyakarta
DOI:
https://doi.org/10.47134/jbki.v1i2.241Keywords:
Etnografi Komununikasi, Simulasi Rumah Tangga, Norma Sosial, SexsualitasAbstract
Simulasi rumah tangga, yaitu praktik hidup bersama pasangan tanpa ikatan pernikahan yang sah, seringkali melanggar norma sosial, hukum, dan agama. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengkaji fenomena simulasi rumah tangga di kalangan mahasiswa perantauan di Yogyakarta, dengan fokus pada faktor-faktor penyebab dan dampaknya. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap lima pasangan mahasiswa yang melakukan simulasi rumah tangga di Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti keterbatasan ekonomi, pengaruh lingkungan, kurangnya perhatian orang tua, dan pergaulan bebas menjadi pendorong utama terjadinya simulasi rumah tangga. Dampak negatif yang ditimbulkan meliputi risiko kehamilan di luar nikah, kebohongan terhadap orang tua, konsekuensi psikologis (seperti kecemasan dan stres), serta keterkangan oleh pasangan. Penelitian ini memberikan implikasi teoritis dalam memperkaya pemahaman tentang komunikasi interpersonal dalam konteks hubungan yang tidak terikat pernikahan. Implikasi dalam penelitian ini adalah perlunya program edukasi dan pencegahan yang ditujukan kepada mahasiswa perantauan untuk mengurangi risiko simulasi rumah tangga.
References
A. Ramadhan, “Rawan Praktik Kumpul Kebo, Satpol PP Kota Yogya Sidak Deretan Indekos Campur,” Tribunnews, 2024. https://jogja.tribunnews.com/2024/12/06/rawan-praktik-kumpul-kebo-satpol-pp-kota-yogya-sidak-deretan-indekos-campur.
B. Y. F. Wowor, E. Paransi, and H. Y. A. Bawole, “Pemberantasan kohabitasi (kumpul kebo) di indonesia dalam pandangan hukum positif,” Lex Adm., vol. 12, no. 5, 2024.
D. Hymes, “Foundations in sociolinguistics: An ethnographic approach,” U Pennsylvania, 1974.
D. Hymes, Foundations in sociolinguistics: An ethnographic approach. Routledge, 2013.
F. B. M. Putra and V. I. S. Pinasti, “Perilaku Menyimpang Mahasiswa Kontrakan Di Yogyakarta,” E-Societas, vol. 9, no. 4, pp. 1–17, 2020.
F. Farida, “Determinan Perilaku Seks bebas Pada Kalangan Mahasiswa/Mahasiswi Di Rumah Kost,” AACENDIKIA J. Nurs., vol. 1, no. 1, pp. 15–21, 2022, doi: 10.59183/aacendikiajon.v1i1.14.
F. Fatmawati, “Gerakan Indonesia Tanpa Pacaran (Itp): Dari Resepsi Al-Qur’an Dan Hadis Hingga Konstruksi Sosial,” Satya Widya J. Stud. Agama, vol. 4, no. 2, pp. 66–94, 2021.
H. L. Mahdiyah, I. S. Sutoyo, W. Rizkidarajat, and T. R. Wulan, “Persepsi Seks Bebas Di Kalangan Mahasiswa Berstatus Pacaran Di Fisip Unsoed Angkatan 2020,” J. Penelit. Inov., vol. 4, no. 3, pp. 817–828, 2024, doi: 10.54082/jupin.301.
N. Ramdhani and E. Y. Winata, “Prilaku Seksual Pra Nikah Pada Mahasiswa,” UTS STUDENT Conf., vol. 1, no. 6, pp. 106–113, 2023.
R. Hafidin, “Kajian Etnografi Komunikasi pada Bentuk Sapaan Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI),” Deskripsi Bhs., vol. 5, no. 2, pp. 111–120, 2022.
S. Delina, B. Sitepu, Y. D. A. Santie, and V. E. T. Salem, “Penyimpangan Sosial Pada Mahasiswa Prodi Pendidikan Sosiologi Angkatan 2018 di Universitas Negeri Manado,” Indones. J. Soc. Sciene Educ., vol. 2, no. 2, pp. 12–18, 2022.
S. W.Littlejohn and K. A. Foss, Encyclopedia of Comunication Theory. New Mexico: Rolf A. Janke, 2009.
U. Leko, K. Sinring, and H. Kasim, “Kohabitasi di Kalangan Mahasiswa (Studi Kasus Kumpul Kebo di Kalangan Mahasiswa Pendatang Kost ‘X’ dan Kost ‘Y’ di Jalan Ujung Bori dan Jalan Borong Kelurahan Bitoa Kecamatan Manggala Kota Makassar),” EDULEC Educ. Lang. Cult. J., vol. 4, no. 2, pp. 223–237, 2024.
U. Muthia, E. R. Amanda, A. Wiwinda, and R. Kurniawan, “Budaya Cohabitation : Tinjauan Kritis dari Kacamata,” vol. 8, no. 10, pp. 55–62, 2024.
V. A. Mutiara, T. Rahardjo, and A. Nugroho, “Negosiasi Identitas Pasangan Perkawinan Beda Agama Di Gereja Katolik,” Negosiasi Identitas, vol. 10, no. 4, pp. 203–214, 2022.
W. Arifati, “BKKBN: 60 Persen Remaja Usia 16-17 Tahun di Indonesia Lakoni Seks Pranikah,” 2023.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Wahyu Bambang Setyawan, Totok Wahyu Abadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


