Nilai-Nilai Religi dalam Tradisi Ziarah Makam Wali Nyato’ di Desa Rembitan Pujut

Authors

  • Ayi Nisfatullaili Universitas Mataram
  • Mamduhatussyahab Universitas Mataram
  • Yohan Pamor Nurani Universitas Mataram
  • Mila Noviana Universitas Mataram
  • Jepri Utomo Universitas Mataram

DOI:

https://doi.org/10.47134/diksima.v3i1.317

Keywords:

Nilai-Nilai Religi, Tradisi Ziarah, Makam Wali Nyato’

Abstract

Tradisi ziarah makam wali merupakan salah satu praktik keagamaan yang masih lestari dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Namun, dalam konteks pendidikan modern, pemanfaatan tradisi lokal sebagai sumber pembelajaran nilai masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai religius dalam tradisi ziarah di Makam Wali Nyato’ di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, serta mengkaji relevansinya sebagai sumber pembelajaran dalam pendidikan karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipasi pasif wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap penjaga makam, peziarah, dan masyarakat setempat yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ziarah yang dilaksanakan setiap hari Rabu ini mengandung nilai-nilai religius yang mencakup beberapa nilai. Nilai nilai tersebut tercermin dalam aktivitas doa, dzikir, gotong royong, sedekah, makan bersama (begibung), serta kepedulian terhadap kelestarian lingkungan makam. Selain itu, tradisi ini juga berfungsi sebagai sarana memperkuat solidaritas sosial dan identitas budaya masyarakat Sasak. Dalam konteks pendidikan, nilai-nilai tersebut memiliki potensi untuk diintegrasikan sebagai sumber belajar dalam membentuk sikap sosial, religius, dan tanggung jawab peserta didik.

References

Abdullah, M. N., & Kaihatu, T. S. (2025). Personal values and cultural resilience in ziarah: Toward a model of sustainable pilgrimage culture in Indonesia. Bulletin of Indonesian Islamic Studies, 4(2), 961–982. https://doi.org/10.51214/biis.v4i2.1709

Andriani, D., Maritasari, D. B., Laela, I., & Husnadia, S. (2025). Pemilihan teknik sampling yang tepat dalam penelitian kualitatif: Literature review. Indo-MathEdu Intellectuals Journal, 6(4), 6238–6247.

Baidun, A., Latifa, R., Muchtar, D. Y., Rahmah, M., & Nyhof, M. (2023). The Motivation and Meaning of Visiting Sacred Places for Indonesian Muslims, 9(1), 324–335.

Fadli, M. R. (2021). Memahami desain metode penelitian kualitatif. 21(1), 33–54. https://doi.org/10.21831/hum.v21i1

Fadli, M. R. F. (2021). Eksploitasi Seksual Komersial Anak di Indonesia. Medan: Restu Printing Indonesia, hal. 57, 21(1), 33–54. https://doi.org/10.21831/hum.v21i1

Fauzan, A., Aziz, L. A., & Fujiama, E. S. (2022). “Ziarah makam” di Lombok: Persinggungan antara aktivitas doa dan wisata (Studi kasus di Makam TGH. Mutawalli, Lombok Timur). Jurnal Ilmiah Mandala Education, 8(3), 2315–2323. https://doi.org/10.58258/jime.v8i3.3722

Fauzan, A., Aziz, L. A., Fujiama, S., & Nahdlatul. (2022). Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Wisata Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME), 8(3), 2315–2323. https://doi.org/10.36312/jime.v8i2.3722/http

Frinaldi, A., Alzena, R. S., Alvarizi, M. R., Amyus, R., Zahira, S., & Diyah, A. (2025). No Title 済無No Title No Title No Title. Jurnal Edu Research Indonesian Institute For Corporate Learning And Studies (IICLS), 6(4), 599–1610.

Hasanuddin, M. I. (2023). Exploring al-S hā fi’ ī and Hanaf ī Perspectives on Local Beliefs: The Sacred Status of Karaeng Lolo Bayo’s Shrine in Sanrobone, Indonesia. 5(2), 132–148. https://doi.org/10.24252/mazahibuna.vi.39936

Latif, M., & Usman, M. I. (2021). Fenomena ziarah makam wali dalam masyarakat Mandar. Khazanah: Jurnal Studi Islam Dan Humaniora, 19(2), 247–263. https://doi.org/10.18592/khazanah.v19i2.4975

Lenaini, I. (2021). Teknik pengambilan sampel purposive dan snowball sampling. Historis: Jurnal Kajian, Penelitian & Pengembangan Pendidikan Sejarah, 6(1), 33–39.

Muliadi, Fasya, T. K., & Ilham, I. (2020). Wisata ziarah sebagai identitas sosial: Studi antropologi budaya di Makam Sultan Malikussaleh, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, 4(1), 58–74.

Mustajab, & Indriani. (2023). Hubungan Pernikahan Usia Anak Terhadap Kejadian Stunting. Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia, 7(1), 2–7.

Nurhaedah, S., Amir, J., & Hajrah. (2021). Nilai-Nilai Religius yang Terkandung dalam Sinrilik Bosi Timurung. Panrita: Jurnal Bahasa dan Sastra Daerah Serta Pembelajarannya, 1(2), 28–37.

Pradana, M. Y. A., Maulana, M. A. F., & Mansur, M. (2026). Spiritual tourism and generosity: The influence of Wali shrines’ pilgrimage on almsgiving in East Java, Indonesia. Penamas: Jurnal of Religion and Society, 38(1), 94–107. https://doi.org/10.31330/penamas.v38i1.872

Roesadhi, A. N. A., Pasaribu, A. D. S., & Nasution, N. F. (2026). Instrumen pengumpulan data dan teknik pengumpulan data penelitian kualitatif. JICN: Jurnal Intelek dan Cendikiawan Nusantara, 2(6), 3046–4560.

Rohwati, S. (2025). Dynamics of Power and Prosperity: An Interdisciplinary Study of Saint Pilgrimage in Indonesia, 33(1), 215–240. https://doi.org/10.19105/karsa.v33i1.19422

Rusidi, M. (2025). “Yang sakral” dalam ritual ziarah kubur di Makam Kiai Nur Iman Mlangi: Perspektif Mircea Eliade. Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat, 9(1), 1–20. https://doi.org/10.14421/panangkaran.v9i1.4294

Saffari, S. (2023). Tawhid Paradigm and an Inclusive Concept of Liberative Struggle. Religions, 14(1088), 1–17. https://doi.org/10.3390/rel14091088

Saifuddin, S., et al. (2024). Phenomenological Study of Wali’s Tomb Pilgrimage: Contestation, Pragmatism and Religious Formalism in Indonesia and Malaysia (Vol. 10, Issue 2).

Salim, A. (2024). Kepercayaan (belief) masyarakat lokal pada nilai-nilai mistik Masjid Kuno Rembitan di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Educational Journal of History and Humanities, 7(4), 2525–2531.

Saputra, N. A., Efendi, Y., Ohira, N., Daflaini, & Afdayeni, M. (2023). Tradisi ziarah kubur Adat Pusako Usang Desa Bunga Tanjung Kecamatan Tanah Cogok Kabupaten Kerinci. Prosiding Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, 1(2), 41–48.

Sobry, M., & Purnamasari, T. I. (2021). Motivation and experience of sacred tomb pilgrimage: Learnings from the Sasak tribe, Lombok. International Journal of Religious Tourism and Pilgrimage, 9(4), 89–100.

Tohari Amin. (2021). Konstruksi Kesakralan Wali Pitu dan Penghormatan Islam dalam Peradaban Hindu Bali, 7(2), 78–88. https://doi.org/10.30983/islam_realitas.v7i2.4722

Tresnawaty, B., & Risdayah, E. (2025). Integrating intercultural communication and religious tourism: A phenomenology study of cultural worship at Loang Baloq Tomb, Indonesia. Journal of Intercultural Communication, 25(2), 116–131. https://doi.org/10.36923/jicc.v25i2.1100

Uyuni, B., Arief, K. M., Adnan, M., Hamid, A., & Sutiono. (2024). Exploration of Wali-Songo (nine saints) ziyarat in Indonesia from religious tourism (pilgrimage) perspective. Cogent Arts and Humanities, 11(1), 1–15. https://doi.org/10.1080/23311983.2024.2395110

Downloads

Published

2026-06-15

How to Cite

nisfatullaili_10, ayi, Mamduhatussyahab, Nurani, Y. P., Noviana, M., & Jepri Utomo. (2026). Nilai-Nilai Religi dalam Tradisi Ziarah Makam Wali Nyato’ di Desa Rembitan Pujut . Indonesian Culture and Religion Issues, 3(1), 1–11. https://doi.org/10.47134/diksima.v3i1.317

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.