Etika Bermedia Sosial Dalam Al-Qur’an: Solusi Mengatasi Flexing di Media Sosial

Authors

DOI:

https://doi.org/10.47134/jsiat.v1i4.221

Keywords:

Abdullah Saeed, Flexing, Tafsir Kontekstual

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena flexing di media sosial dengan pendekatan Tafsir Kontekstual Abdullah Saeed guna menggali nilai-nilai al-Qur’an sebagai solusi atas fenomena flexing di mesia sosial, khususnya pada QS. Luqman [31]:18-19. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan analisis teks Al-Qur’an secara kontekstual dengan mengkuti langkah-langkah penafsiran kontekstual Abduullah Saeed yang meliputi analisis kritis, historis, dan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa flexing tidak sejalan dengan nilai-nilai Al-Qur’an yang melarang kesombongan dan membanggakan diri. QS. Luqman [31]: 18-19 mengandung larangan bersikap sombong dan angkuh serta ajaran bersikap santun dan sederhana. Dengan pendekatan tafsir kontekstual Abdullah Saeed, nilai-nilai yang terkandung pada QS. Luqman [31]: 18-19 menjadi solusi atas perilaku flexing di media sosial dengan menekankan pentingnya sikap rendah hati dan kesederhanaan dalam berinteraksi di ruang digital.

References

Ahmad, F., Niam, M., Fatmawati, N., Uyun, A., Firdaus, I. N. N., & Zulfahmi, M. N. (2022). Etika bermedia sosial dalam perseperktif NU. JASNA: Journal for Aswaja Studies, 2(2), 83–101. https://doi.org/10.34001/jasna.v2i2.4065

Aksin, N., & Baedowi, S. (2020). Berita bohong (hoax) perspektif hukum Islam. Jurnal Informatika Upgris, 6(1), 79–88. https://doi.org/10.26877/jiu.v6i1.6792

Al-Baqi, M. F. A. (1945). Mu’jam al-mufahras li alfazh al-Qur’an. Kairo: Dar al-Kutub al Mishriyyah.

Ali, A. F. (2023). Etika bermedia sosial: Kajian kontekstual hadis Al-Muslimu man salima al-Muslimūna min lisānihi wa yadihi. Tammat (Journal of Critical Hadith Studies), 1–12. https://ejournal.uinsgd.ac.id/index.php/tammat/article/view/15

Ashfahani, A. Q. H. b. M. al-M. (2003). Al-mufrodat fi gharib al-Qur’an. Kairo: Al-Maktabah At-Taufikiyah.

Ath-Thabari, A. J. M. b. J. (2001). Tafsir At-Thabari Jami’ al-Bayan ’an Ta’wil Ay al-Qur’an al-Juzu al-’Isyruna. Kairo: Dar al-Hijr.

Az-Zuhaili, W. (2003). Al-Tafsir al-Munir fi al-’Aqidah wa asy-Syariah wa al-Manhaj al-Mujallidu al-Hadiya ’Asyar (Vol. 10). Damaskus: Dar al-Fikri.

Batoebara, M. U., & Hasugian, B. S. (2023). Isu hoaks meningkat menjadi potensi kekacauan informasi. Device: Journal of Information System, Computer Science and Information Technology, 4(2), 64–79. https://doi.org/10.46576/device.v4i2.4044

Budiman, A. (2023). Analisis etika Ibnu Miskawaih terhadap fenomena ‘flexing’ di media sosial. SETYAKI: Jurnal Studi Keagamaan Islam, 1(4), 30–40. https://doi.org/10.59966/setyaki.v1i4.647

Fatimah, S., Maulidya, O., Putri, P., Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. (2023). Flexing: Fenomena perilaku konsumen dalam perspektif Islam. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 9(1), 1204–1212.

Fina, L. I. N. (2015). Interpretasi kontekstual Abdullah Saeed: Sebuah penyempurnaan terhadap gagasan tafsir Fazlur Rahman. Hermeneutik, 9(1), 65–90.

Haj, A. A., Wahyudi, D., Nawawi, M., Esya, R. A., Nisa, S. K., & Zahra, S. M. (2022). Privasi dalam bersosial media. KOMMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 66–72.

HAMKA. (2003). Tafsir Al-Azhar (Vol. 7). Singapura: Pustaka Nasional PTE LTD Singapura.

Hasbiyallah, M. (2018). Paradigma tafsir kontekstual: Upaya membumikan nilai-nilai al-Qur’an. Al-Dzikra: Jurnal Studi Ilmu Al-Qur’an dan Al-Hadits, 12(1), 21–50. https://doi.org/10.24042/al-dzikra.v12i1.2924

Imaduddin, I. b. A. b. K. al-Q. a.-D. (1999). Tafsir al-Qur’an al-Azhim. Saudi Arabiyah: Dar Thaybah.

Juminem. (2019). Adab bermedia sosial dalam pandangan Islam. Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 6(1), 23–34. https://doi.org/10.32678/geneologipai.v6i1.1799

Kusnadi, K., & Mardani, M. (2022). Etika bermedia sosial dalam era globalisasi. Begawan Abioso, 13(2), 89–103. https://doi.org/10.37893/abioso.v13i2.190

Luqman, M. (2021). Etika bermedia sosial dalam al-Qur’an (Analisis tahlili terhadap Surah Al-Hujurat). Repository PTIQ Jakarta. Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an Jakarta.

Manzhur, I. A. (2003). Lisan al-Arab. Kairo: Dar al-Hadits.

Muzaki, D., Nasichah, N., Raya, M. H., Fatiyah, N., & Damayanti, N. I. (2023). Etika dalam penggunaan media sosial: Perilaku komunikasi yang bertanggung jawab. Jurnal Teknik Informatika dan Elektro, 5(2), 60–72. https://doi.org/10.55542/jurtie.v5i2.706

Nugrahani, F. (2017). Penggunaan bahasa dalam media sosial dan implikasinya terhadap karakter bangsa. Stilistika, 3(1), 1–18. https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/stilistika/article/view/1/1

Pohan, S., Munawwarah, P., & Sinuraya, J. S. B. (2023). Fenomen flexing di media sosial dalam menaikkan popularitas diri sebagai gaya hidup. JKOMDIS: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Media Sosial, 3(2), 490–493. https://doi.org/10.47233/jkomdis.v3i2.851

Putra, A. E., Doho, Y. D. B., Savitri, G. A., & Fianto, L. (2023). Prinsip dan etika komunikasi dalam penggunaan media baru. Jurnal Nomosleca, 9(2), 216–232. https://doi.org/10.26905/nomosleca.v9i2.9815

Rahmawati, D., Aksana, M. D. A., & Mukaromah, S. (2023). Privasi dan keamanan data di media sosial: Dampak negatif dan strategi pencegahan. Prosiding Seminar Nasional Teknologi dan Sistem Informasi, 3(1), 571–580. https://doi.org/10.33005/sitasi.v3i1.354

Rojiati, U., & Afifah, N. (2024). Analisis fenomena flexing: Keterkaitan antara gaya hidup dan popularitas. Komsospol, 4(1), 38–47. https://doi.org/10.47637/komsospol.v4i1.1220

Saeed, A. (2006). Interpreting the Qur’an: Towards a contemporary approach (Vol. 1). Abingdon: Routledge Taylor & Francis Group.

Sahetapy, D. S., Pratama, F. N. G., Siagian, H. P., & Hendrawan, E. S. (n.d.). Analisis penyebaran informasi hoax melalui media sosial di kalangan masyarakat. Jurnal Hukum Media Justia Nusantara.

Salam, R., & Sundari, D. (2023). Pengaruh flexing di sosial media dalam perspektif Islam. Al-Sharf Jurnal Ekonomi Islam, 4(3), 276–285.

Shihab, M. Q. (2002). Tafsir Al-Mishbah: Pesan, kesan dan keserasian al-Qur’an (Vol. 11). Jakarta: Lentera Hati.

Silaban, G. H., Pangaribuan, M. S., Simanjuntak, P. A., & Surip, M. (2024). Pengaruh etika berbahasa Indonesia yang buruk di media sosial terhadap individu. Fonologi: Jurnal Ilmuan Bahasa dan Sastra Inggris, 2(2), 104–110. https://doi.org/10.61132/fonologi.v2i2.655

Sujayanthi, N. W. M. (2020). Peranan moral dalam mengapresiasi hasil karya seni. Mudra Jurnal Seni Budaya, 35(2), 196–201. https://doi.org/10.31091/mudra.v35i2.1053

Tabrani, A., Sutiyono, A., Khunaifi, A., & Istiyani, D. (2023). Kondisi bangsa Arab pra Islam dan awal. Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia.

Thaib, Z. B. H. (2020). Adat kebiasaan bangsa Arab dalam pembahasan al-Qur’an. http://repository.dharmawangsa.ac.id/601/1/Buku%20Adat%20Kebiasan%20bangsa%20Arab%20dalam%20Pembahasan%20al-Qur%27an.pdf

Usrah, K. (2023). Fenomena flexing di media sosial dalam pandangan al-Qur’an. UIN Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh.

Wahidah, J. N., & Khodijah, K. (2023). Fenomena flexing di medsos: Dampaknya pada hubungan sosial dan ekonomi. Hidmah: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, 2(1), 22–33.

Zakaria, A. H. A. b. F. (1005). Al-Mu’jam al-Maqayis al-Lughoh. Kairo: Dar al-Fikri.

Downloads

Published

2025-07-14

How to Cite

Fadli, M. (2025). Etika Bermedia Sosial Dalam Al-Qur’an: Solusi Mengatasi Flexing di Media Sosial. Jurnal Studi Ilmu Alquran Dan Tafsir, 1(4), 15. https://doi.org/10.47134/jsiat.v1i4.221

Issue

Section

Articles