Mitos Patriarki dan Kontrol Sosial dalam Kisah Yusuf (Q.S Yusuf [12]: 25-29) Analisis Roland Barthes
DOI:
https://doi.org/10.47134/jsiat.v2i2.296Keywords:
Mitos Patriarki, Kontrol Sosial, Gender, Mitologi Roland Barthes, QS. Yusuf [12]:25-29Abstract
Kisah Nabi Yusuf dalam Al-Qur’an kerap dipelajari untuk mendapatkan hikmah, namun narasi ini juga menyimpan makna ideologis yang tersembunyi. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap narasi patriarki dan mekanisme control sosial terhadap Wanita dalam Q.S Yusuf ayat 25-29 menggunakan metode analisis semiotika Roland Barthes yang menguraikan makna melalui tiga lapisan denotasi, konotasi dan mitos serta didukung oleh pembacaan kritis dari penafsir feminis seperti Asma Barlas dan Amina Wadud untuk memberikan sudut pandang yang berimbang. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa cerita ini secara sistematis membentuk mitos utama: “Perempuan adalah penggoda yang licik dan harus dikendalikan secara alami”. Mitos dibangun melalui beberapa mekanisme naratif, yakni dominasi narasi oleh pria yang mengecilkan suara Wanita, penggeneralisasi kesalahan seorang individu menjadi karakter kolektif melalui ucapan raja (al-Aziz) dan pembatasan Wanita ke dalam ruang domestik sebagai bentuk pengendalian sosial. Penelitian ini menyipulkan bahwa adanya narasi yang secara tidak langsung telah menjadi mitos yang hidup dalam masyarakat, di mana Perempuan dipandang sebagai sosok penggoda, sehingga mitos ini melegitimasi kontrol sosial yang memaksa Perempuan untuk tunduk pada otoritas laki-laki (suami) dan juga pembatasan hak bersuara serta kebebasan bergerak saat mengekspresikan ide-ide mereka untuk membeladiri. Kontribusi penting dari penelitian ini adalah mengatasi kekurangan dalam studi dengan menggunakan teori Barthes untuk mengungkap cara ideologi patriarki bekerja dalam teks religius. Dengan memetakan pembentukan mitos dan menjadikannya sebagai bahan diskusi dengan berbagai penafsiran, penelitian ini tidak hanya mengeksplorasi struktur yang tersembunyi dalam pemahaman umum tentang kisah Yusuf, tetapi juga menyediakan pendekatan pembacaan yang lebih adil, sehingga teks suci dapat menjadi sumber pesan moral yang setara dengan semua gender.
References
Al-Khawaldeh, N. N., Banikalef, A. A., Rababah, L. M., & Khawaldeh, A. F. (2024). Ideological representations of women in Jordanian folk proverbs from the perspective of cultural semiotics. Humanities and Social Sciences Communications, 11(1), 1–10. https://doi.org/10.1057/s41599-024-02635-z
al-Ṭabarī, M. ibn J. (2015). Tafsir Ath-Thabari: Jāmi‘ al-Bayān (Terjemahan). Jakarta: Pustaka Azzam.
Ali, K. F. M., Masykuroh, S., & Irawan, Y. (2025). Construction of the Meaning of Ayat Kursi: An Analysis of Al-Munir and At-Ta’wil An-Najmiyyah Interpretations Through Roland Barthes’ Semiotics Approach. Al Muhafidz: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, 5(2), 339–358. https://doi.org/10.57163/almuhafidz.v5i2.249
Anbiya, Q. S., & Pratama, A. B. (2023). Refleksi Sikap Denial dalam Kisah Nabi Yunus ( Analisis Semiotika Roland Barthes Covid-19. 2(2), 91–108.
Anisa, L. N. (2024). Kritik Konstruksi Relasi Gender dalam Keluarga Islam: Telaah Pemikiran Asma Barlas dan Amina Wadud Muhsin. YUDHISTIRA: Jurnal Yurisprudensi, Hukum Dan Peradilan, 2(4), 41–52.
Aulia, Y. V. (2022). Al-Qur’an, Mengungkap Makna “Abaqo” Nabi Yunus Dalam Al-Qur’an (Aplikasi Semiotika Roland Barthes Terhadap QS. As-Saffat: 140). Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, 2(1). https://doi.org/10.19109/jsq.v2i1.11445
Barlas, A. (2019). Believing Women In Islam : A Brief Introduction. Austin: University of Texas Press.
Barus, E., Aisyah, A., Siregar, E. F., & Risnawaty, R. (2025). An Analysis of Roland Barthes’ Semiotic Theory: Focusing on Denotation, Connotation, and Myth. International Journal of Educational Research Excellence (IJERE), 4(2), 355–363. https://doi.org/10.55299/ijere.v4i2.1438
Dinillah, M. S. A. H. M. (2023). Kisah Nabi Yusuf AS Dan Zulaikha Dalam Surat Yusuf Ayat 22-35 (Analisis Semiotika Roland Barthes).
Hasan, H., Jahar, A. S., Umar, N., & Abdullah, I. (2022). Polygamy: Uncovering the effect of patriarchal ideology on gender-biased interpretation. HTS Teologiese Studies / Theological Studies, 78(4), 1–9. https://doi.org/10.4102/hts.v78i4.7970
Hidayat, W. (2018). Representasi Makna Ideologis Kisah Ashab Al-Kahf: Analisis Semiotika Roland Barthes Dalam Surah Al-Kahf. Mutawatir: Jurnal Keilmuan Tafsir Hadith, 8, 302–308. https://doi.org/https://doi.org/10.15642/mutawatir.2018.8.1.170-190
.
Ibn Kathir, I. ibn ‘Umar. (2005). Tafsir Ibnu Katsir (Terjemahan). Jakarta: Pustaka Imam Asy-Syafi’i.
Jadou, S. H. & Al Ghabra, I. M. M. M. (2021). Barthes’ Semiotik Theory and Interpretation Of Signs. IJRSSH: International Jurnal of Research In Social Sciences & Humanities, 9(4), 1349–1352. https://doi.org/https://doi.org/10.37648/ijrssh.v11i03.027
Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an. (2019). Al-Qur’an dan Terjemahnya. Jakarta: lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an,Badan Litbang dan Diklat Kemenag.
Lischontina, M., & Badi, S. (2025). Moral Education in the Story of Prophet Yusuf : A Thematic Study of Classical and Contemporary Tafsir. Ensiklopedia: Jurnal Pendidikan Dan Inovasi Pembelajaran Saburai, 05(02), 255–260. https://doi.org/https://doi.org/10.24967/esp.v5i02.4453
.
Mansour, A. W., Mansur, V., Banat, S., & Banat, M. M. (2024). Balcony of Disgrace: The Intersection of Patriarchy and Honor in Arab Societies. World Journal of English Language, 14(4), 69–75. https://doi.org/10.5430/wjel.v14n4p69
Mernissi, F. (1992). The Veil and The Male Elite (Remainder). Basic Books. Retrieved from https://www.amazon.com/Veil-Male-Elite-Feminist-Interpretation/dp/0201632217
Noor, M. N. M., & Hamzah, M. S. (2018). Defamation by Women Mentioned in Surah Yusuf According to Hamka: A Review. International Journal of Academic Research in Business and Social Sciences, 7(12), 631–639. https://doi.org/10.6007/ijarbss/v7-i12/3645
Restu Amelia, & Siti Khotijah. (2024). Stereotipe Perempuan Sebagai Penggoda Pembacaan Ulang Q.S. Yusuf: 23-24. Amsal Al-Qur’an: Jurnal Al-Qur’an Dan Hadis, 1(2), 114–127. https://doi.org/10.63424/amsal.v1i2.55
Rohmaniyah, I. (2014). Konstruksi Patriarki Dalam tafsir Agama Sebuah Jalan Panjang (M. Y. Arafat, Ed.). Yogyakarta: Fakultas Ushuluddin dan Pemikirian Islam Universitas Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Sa’i, M. (2022). Interpretation of the Word Kaidakunna in Q.S. Yūsuf (12): 28 in the Interpretation of Marāh Labīd: Study of Ma’Na Cum Maghza. MUṢḤAF Jurnal Tafsir Berwawasan Keindonesiaan, 3(1), 114–128. https://doi.org/10.33650/mushaf.v3i1.4783
Saleh, M. A. (2022). Kisah Nabi Yusuf Dalam Al-Qur’an: Analisis Semiotika Interteks Julia Kristeva.
Shidqon, A., Rifqa, Z., & Tumewu, N. P. (2023). Melacak Sinisme Al-Zamakhsyari Terhadap Perempuan (Aplikasi Semiotika-Psikoanalisis Jacques Lacan). Lathaif: Literasi Tafsir, Hadis Dan Filologi, 2(2), 90. https://doi.org/10.31958/lathaif.v2i2.10800
Sulhan, M., & Latipah, E. (2022). Refleksi Nafs Dalam Kisah Nabi Yusuf As Dan Zulaikha: Analisis Tafsir Al-Mishbah Karya Quraish Shihab. TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman Dan Kemanusiaan, 6(2), 198–210. https://doi.org/10.52266/tadjid.v6i2.1165
Wadud, A. (199 C.E.). Qur’an and Woman : Rereading the Sacred Text From a Woman’s Perspektive. New York: Oxford University Press.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Elok Fadhilah, Baso Fadhil Anugrah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


